Wednesday, August 30, 2017

lawang sewu semarang
Kiriman @lidwinalaurenza

     Lawang Sewu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Semarang, Jawa Tengah. 


     Bangunan ini mulai di bangun tahun 1904 dan rampung pada tahun 1907. 

     Tujuan dibangunya Lawang Sewu adalah sebagai Pusat perusahaan Kereta Api pada masa Pemerintahan Belanda.

     Namun sekarang Gedung tersebut di jadikan destinasi wisata, Bahkan sekarang menjadi destinasi wisata foforit di Semarang. 

     Dinamakan Lawang sewu bukan berarti mempunyai 1000 pintu beneran ya, melainkan sekitar 342 pintu, Karena jumlahnya yang banyak masyarat sekitar menyebutnya Lawang Sewu. 

     Kata Lawang Sewu Berasal dari bahasa jawa, Yaitu Lawang Yang mempunyai arti Pintu dan Sewu berarti seribu.

     Apa bila kita perhatikan lebih, Sebenarnya pintu yang sangat banyak itu bukanlah pintu, Melainkan jendela. 

     Namun karena ukuranya amat besar dan menyerupai pintu, Itu yang menyebabkan Orang beranggapan bahwa itu adalah sebuah pintu. 

     Lokasi Gedung tua bersejarah ini terletak di bundaran Tugu Muda.  

     Di Lawang Sewu terdapat berbagai tempat yang konon mempunyai sejarah dan cerita mistis. 

     Salah satu tempat termistis di sini adalah Penjara Jongkok, Penjara yang berada pada lantai Bawah ini dulunya fungsinya untuk bak penampungan air, Yaitu untuk mendinginkan gedung. 

     Menurut cerita orang yang dipenjarakan di sini tidak ada yang selamat. Namun skekarang gedung yang konon katanya memuat banyak cerita mistis kini menjadi buruan wisatawan bahkan pada malam hari. 

     Karena sekarang disana sudah banyak sekali lampu yang menerangi gedung tua tersebut. Tak heran banyak sekali wisatawan yang datang ke Lawang Sewu Untuk berwisata bahkan pada malam hari.  

     Banyak dari mereka yang mengabadikan momen di sana, dan hasilnya sangat bagus.

     Oyek wisata ini di buka setiap hari, Dari pukul 06.00 sampai 18.00

Harga tiket masuk keisni sangat terjangkau, Yaitu sebesar Rp.10.000 untuk masuk ke Lawang Sewu dan Rp.30.000 untuk ke ruang bawah tanah.

Baca juga:  


EmoticonEmoticon